Langkah Ketua Umum Partai Golkar, M. Jussuf Kalla melenggang menuju RI 1 nampaknya tak berjalan mulus.
Di tengah upaya memenangkan pemilihan presiden, JK kini harus berhadapan dengan persoalan internal di tubuh partai beringin. Wacana Muswarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mulai dihembuskan sejumlah elite Golkar untuk mendongkel JK dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Bersamaan, isu menggembosi pasangan JK-Wiranto pada Pilpres 2009 juga berhembus kencang. Siapa dibalik skenario itu?
JARUM jam menunjukkan pukul 17.45 Wib saat sebuah pesan pendek (SMS) masuk ke ponsel wartawan Radar Cirebon (Group Jawa Pos). Isinya, cukup mengejutkan; ada rapat merancang Munaslub Golkar di kediaman Ical -sapaan akrab anggota Dewan Penasehat Golkar, Abu Rizal Bakrie- di jalan Mendut nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.
Pesan pendek itu dilayangkan salah satu petinggi Golkar yang juga anggota DPR RI, Senin (18/5). Politikus Golkar itu meminta namanya dirahasiakan. Tak menunggu lama, Ambon Ekspres dan dua wartawan yang tergabung dalam group Jawa Pos meluncur ke alamat tersebut.
Repot juga mencari alamat itu, setelah nyasar dan berputar-putar, tannya sana-sini kepada warga, baru lah ditemukan kediaman dinas Ical yang juga Menko Kesra itu.
Rumah megah bercat putih berlantai dua itu dikelilingi tembok beton setinggi 4 m. Berbagai jenis tanaman dan pepohonan rimbun membuat rumah itu nampak asri dan sejuk.
Ambon Ekspres bersama wartawan Metro TV mencoba memohon ijin masuk ke rumah itu untuk mengetahui apa yang dibahas dalam pertemuan. Tapi jangankan masuk, mendekati pagar rumah saja dilarang oleh sejumlah pria berbadan tegap dengan penampilan necis yang berjaga-jaga di depan pintu pagar. Mereka adalah satpam yang bertugas menjaga rumah dinas Ical yang juga pemilik sejumlah perusahaan yang tergabung dalam bendera Bakrie Group.
Lantas, kenapa pertemuan itu digelar di kediaman Ical? Karena isu Munaslub ini ditengarai di motori kubu Ical dengan merangkul Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono dan mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung.
Meski agenda Munas Golkar masih lima bulan (Oktober 2009) lagi tapi kubu Ical dikabarkan telah merancang agenda Munaslub. Ini berarti masa jabatan JK akan dipangkas di tengah jalan. Bahkan berhembus kabar, agar menghindari