• Democracy and sustainable development Democracy and sustainable development
     
  • Democracy and sustainable development Democracy and sustainable development
     
  • Democracy and sustainable development Democracy and sustainable development
     
Berita
Senin, 23 Januari 2012 | 23:21:14 WIB

 
Elvan Dany Sutrisno - detikNews Minggu, 22/01/2012
Akbar Tandjung: Jika Ada Konvensi Capres Golkar, Saya Ikut!
Akbar Tandjung: Jika Ada Konvensi Capres Golkar, Saya Ikut!
"Tetapi sekarang ini kan tidak ada mekanisme konvensi, yang ada Ketua DPD bertemu di Balikpapan, di Jakarta, kemudian mereka memberikan dukungan kepada Pak Ical,"

Jakarta -
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung
memendam hasrat menjadi salah satu kandidat capres dalam Pemilu 2014. Ia
mengatakan akan mengadu nasib jika ada konvensi capres Golkar.

"Misalnya
Golkar menetapkan pemilihan capres melalui mekanisme konvensi seperti
yang saya lakukan pada tahun 2004 lalu ya bisa saja saya ikut dalam
proses konvensi sebagai salah satu bakal capres," tutur Akbar kepada
detikcom, Minggu (22/1/2012).

Sayangnya, untuk saat ini mayoritas
kader Golkar tak menghendaki konvensi capres Golkar. Paling tidak
keputusan Rapimnas Golkar beberapa waktu mendorong Ketua Umum Golkar
Aburizal Bakrie (Ical) menjadi capres.

"Tetapi sekarang ini kan
tidak ada mekanisme konvensi, yang ada Ketua DPD bertemu di Balikpapan,
di Jakarta, kemudian mereka memberikan dukungan kepada Pak Ical," kata
Akbar.

Namun Akbar sebenarnya berharap mekanisme konvensi tetap
ditempuh. Bagi Akbar, konvensi capres adalah langkah yang sangat
demokratis yang telah dirintisnya sejak Pemilu 2004.

"Pada tahun
2004 lalu mekanisme konvensi terbuka, demokratis, akuntabilitasnya
terjaga, dan itulah hakekatnya paradigma baru Golkar," harapnya.

Sebelumnya
Ical menuturkan capres Golkar bisa dirinya atau orang lain, sesuai
hasil survei internal. Hal ini kemudian memunculkan isu lima elit Golkar
yang siap nyapres jika Ical mundur. Mereka yaitu Akbar Tanjung, Agung
Laksono, Sultan Hamengkubuwono X, Jusuf Kalla, dan Fadel Muhammad.



(van/anw)